Hot Splicing Gagal sering menjadi penyebab utama terganggunya operasional sistem conveyor karena sambungan tidak kuat, mudah terbuka, atau tidak rata sehingga mengurangi efisiensi transportasi material.
Metode ini sebenarnya dirancang untuk menghasilkan sambungan yang kokoh dan tahan lama, namun kegagalan tetap bisa terjadi jika prosedurnya tidak dilakukan dengan benar.
Berikut adalah penyebab utama kegagalan serta solusi yang dapat diterapkan agar proses hot splicing lebih optimal.
HOT SPLICING GAGAL
Hot splicing gagal biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor teknis dan non teknis yang terjadi sebelum atau selama proses penyambungan.
Meskipun metode ini dianggap paling kuat, hasilnya sangat bergantung pada persiapan, kebersihan material, dan kondisi lingkungan kerja.
Karena itu, pengawasan ketat dan penerapan SOP menjadi sangat penting dalam setiap proses penyambungan belt.
Penyebab Umum Hot Splicing Tidak Berhasil
Beberapa faktor yang paling sering menyebabkan hot splicing gagal antara lain sebagai berikut.
- Kondisi Belt Tidak Dibersihkan dengan Benar
Karet yang masih mengandung debu, oli, tanah, atau partikel halus lainnya membuat lapisan bonding tidak menempel sempurna.
Kontaminasi sekecil apa pun dapat menyebabkan delaminasi pada sambungan.
- Pressure dan Temperature Tidak Sesuai Standar
Hot splicing membutuhkan tekanan dan suhu tertentu agar gum bonding meleleh dan mengikat dengan sempurna.
Jika tekanan terlalu rendah atau suhu tidak stabil, sambungan tidak akan menyatu dengan optimal.
- Peralatan Hot Press Bermasalah
Kerusakan elemen pemanas, masalah sensor temperatur, atau tekanan yang tidak merata membuat hasil sambungan tidak presisi.
Mesin hot press yang tidak terkalibrasi juga sering menjadi penyebab utama kegagalan.
- Waktu Pressing Terlalu Singkat
Durasi pemanasan dan pendinginan yang kurang membuat bonding belum mencapai titik kekuatan optimal. Proses yang terburu-buru sangat berisiko menurunkan kualitas sambungan.
- Lingkungan Kerja yang Tidak Mendukung
Lokasi penyambungan yang terlalu lembap, berdebu, atau terkena angin kencang dapat memengaruhi stabilitas suhu dan kebersihan area kerja.
Mencegah Hot Splicing Gagal
Untuk mencapai hasil sambungan yang kuat dan presisi, beberapa langkah pencegahan berikut sangat penting dilakukan.
- Pastikan Belt Dibersihkan Secara Total
Bersihkan seluruh area sambungan menggunakan grinder dan solvent khusus hingga permukaan benar benar bebas kontaminan.
- Gunakan Suhu dan Tekanan Sesuai Rekomendasi Brand
Setiap merek conveyor belt memiliki standar suhu dan tekanan tertentu. Pastikan teknisi mengikuti panduan resmi untuk menjaga kualitas akhir sambungan.
- Lakukan Inspeksi Mesin Hot Press Sebelum Penggunaan
Pastikan seluruh panel kontrol, pemanas, pressure bag, dan kabel dalam kondisi sempurna agar proses berjalan stabil.
- Ikuti Durasi Pemanasan dan Pendinginan dengan Ketat
Durasi yang ideal memastikan bonding meleleh, menyatu, lalu mengeras dengan kekuatan maksimal.
- Pilih Lokasi Kerja yang Terlindungi
Buatlah area kerja tertutup atau minim gangguan agar suhu dan kondisi belt tetap stabil sepanjang proses penyambungan.
Tanda Tanda Sambungan Hot Splicing Bermasalah
Agar kerusakan tidak semakin parah, beberapa tanda berikut harus segera mendapatkan perhatian.
- Sambungan mulai terlihat menggelembung
- Belt terasa tidak rata saat berjalan
- Muncul celah kecil pada sisi sambungan
- Material mulai menumpuk di area splice
- Terdengar suara gesekan tidak normal pada join belt
Jika tanda tanda ini muncul, segera lakukan inspeksi untuk mencegah belt putus yang dapat menyebabkan downtime panjang.
Jasa Penyambungan Conveyor Belt
Menggunakan teknisi berpengalaman sangat disarankan terutama untuk penyambungan belt ukuran besar, belt dengan tensile strength tinggi, atau pita conveyor yang beroperasi di lingkungan ekstrem.
Teknisi splicing conveyor yang profesional memastikan proses berjalan sesuai standar mulai dari persiapan hingga finishing.
Dengan demikian, peluang hot splicing gagal dapat ditekan seminimal mungkin.
Kesimpulan
Hot splicing gagal biasanya terjadi akibat persiapan yang kurang tepat, penggunaan suhu dan tekanan yang tidak sesuai, atau lingkungan kerja yang tidak mendukung.
Dengan mengikuti prosedur yang benar dan menggunakan teknisi berpengalaman, sambungan conveyor akan lebih kuat, presisi, dan tahan lama.
Perawatan rutin serta inspeksi berkala juga sangat penting untuk menjaga keandalan sistem conveyor dalam jangka panjang.















