Conveyor belt bunyi berisik saat beroperasi bukan sekadar gangguan suara yang dapat diabaikan.
Suara abnormal pada sistem conveyor sering kali menjadi indikasi adanya komponen yang mulai mengalami keausan, ketidaksejajaran, atau gangguan mekanis lainnya.
Jika tidak segera diperiksa, masalah kecil tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar dan menyebabkan downtime produksi.
Pada sistem material handling yang beroperasi setiap hari, kondisi conveyor perlu diperhatikan secara menyeluruh.
Mengenali perubahan suara sejak awal dapat membantu tim maintenance mengambil tindakan sebelum kerusakan memengaruhi produktivitas.
Suara Berisik pada Conveyor
Pada dasarnya, conveyor memang menghasilkan suara ketika beroperasi. Putaran roller, pergerakan belt, motor, gearbox, dan pulley semuanya menghasilkan suara mekanis.
Namun, perubahan karakter suara perlu diperhatikan. Suara yang tiba tiba menjadi lebih keras, muncul bunyi berdecit, gesekan, benturan, atau suara kasar dapat menjadi tanda bahwa terdapat komponen yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Karena itu, operator sebaiknya memahami karakter suara normal dari sistem conveyor yang digunakan. Perubahan suara dapat menjadi salah satu indikator awal untuk melakukan inspeksi.
PENYEBAB CONVEYOR BELT BUNYI BERISIK
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan suara abnormal pada sistem conveyor. Penyebabnya tidak selalu berasal dari belt, tetapi dapat berasal dari komponen pendukung lainnya.
1. Roller Conveyor Mulai Rusak
Roller merupakan salah satu komponen yang paling sering menjadi sumber suara abnormal.
Bearing di dalam roller dapat mengalami keausan akibat penggunaan terus menerus, debu, kelembapan, maupun beban yang tinggi.
Roller yang bermasalah biasanya menunjukkan beberapa tanda seperti :
- Suara berdecit atau kasar
- Putaran tidak lancar
- Getaran pada area tertentu
- Roller terasa berat ketika berputar
Jika roller yang rusak terus digunakan, gesekan terhadap conveyor belt juga dapat meningkat.
2. Bearing Mengalami Keausan
Bearing terdapat pada berbagai komponen conveyor, termasuk roller dan pulley. Ketika bearing mulai rusak, suara yang dihasilkan biasanya berubah menjadi lebih kasar atau berisik.
Kerusakan bearing juga dapat meningkatkan temperatur komponen dan menyebabkan putaran menjadi tidak stabil.
Pemeriksaan bearing secara berkala penting dilakukan, terutama pada conveyor yang bekerja dalam waktu lama dan membawa beban berat.
3. Belt Tracking Tidak Tepat
Conveyor belt yang tidak berjalan pada posisi yang semestinya dapat bergesekan dengan struktur conveyor.
Gesekan tersebut dapat menghasilkan suara berisik sekaligus menyebabkan sisi belt lebih cepat aus.
Belt tracking yang tidak stabil dapat disebabkan oleh :
- Alignment pulley tidak tepat
- Roller tidak sejajar
- Struktur conveyor bergeser
- Material menumpuk pada sistem
- Tension belt tidak sesuai
Masalah tracking sebaiknya segera diperiksa sebelum menyebabkan kerusakan pada belt.
4. Pulley atau Rubber Lagging Mengalami Masalah
Pulley yang mengalami keausan atau kerusakan pada permukaannya juga dapat menyebabkan suara abnormal.
Kondisi rubber lagging perlu diperiksa apabila conveyor mulai mengalami belt slip, getaran, atau suara yang tidak biasa. Lapisan lagging yang sudah aus dapat mengurangi daya cengkeram antara pulley dan belt.
Pada aplikasi tertentu, penggunaan ceramic lagging juga dapat menjadi alternatif sesuai dengan kebutuhan sistem.
5. Conveyor Belt Mengalami Gesekan
Belt yang bergesekan dengan struktur conveyor, skirt rubber, atau komponen lainnya dapat menghasilkan suara yang cukup keras.
Gesekan berulang tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga mempercepat keausan permukaan maupun sisi belt.
Apabila ditemukan bekas gesekan pada belt, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan terhadap posisi belt dan komponen di sekitarnya.
6. Material Menumpuk pada Komponen
Material yang menempel atau menumpuk pada roller, pulley, dan area transfer dapat mengganggu pergerakan conveyor.
Pada industri yang menangani material dengan tingkat kelembapan atau debu tinggi, penumpukan material dapat terjadi lebih cepat.
Penggunaan belt cleaner dan sistem pembersihan yang tepat dapat membantu menjaga komponen tetap bersih dan bekerja secara optimal.
7. Motor dan Gearbox Mengalami Gangguan
Sumber suara tidak selalu berada pada conveyor belt. Motor dan gearbox juga perlu diperiksa ketika muncul suara abnormal.
Gearbox yang kekurangan pelumasan, mengalami keausan, atau memiliki komponen internal yang bermasalah dapat menghasilkan suara yang berbeda dari kondisi normal.
Begitu pula motor yang mengalami masalah pada bearing maupun komponen internalnya.
Mengatasi Conveyor yang Berisik
Penanganan harus dimulai dengan mencari sumber suara terlebih dahulu. Jangan langsung mengganti conveyor belt apabila penyebab sebenarnya berasal dari roller, pulley, bearing, atau sistem penggerak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi :
- Mengidentifikasi lokasi sumber suara.
- Memeriksa kondisi roller dan bearing.
- Memeriksa belt tracking dan alignment.
- Memeriksa kondisi pulley dan lagging.
- Membersihkan material yang menumpuk.
- Memeriksa motor dan gearbox.
- Mengganti komponen yang sudah mengalami kerusakan.
Dengan pemeriksaan yang sistematis, tindakan perbaikan dapat dilakukan secara lebih tepat.
Jangan Menunggu Conveyor Berhenti Total
Salah satu kesalahan dalam maintenance adalah menunggu hingga komponen benar benar rusak sebelum melakukan tindakan.
Padahal, perubahan suara dapat menjadi peringatan awal sebelum kerusakan berkembang lebih serius.
Menangani masalah sejak dini dapat membantu mengurangi biaya perbaikan sekaligus meminimalkan risiko downtime.
Program preventive maintenance juga penting untuk memastikan roller, pulley, belt, motor, gearbox, dan komponen lainnya tetap berada dalam kondisi yang baik.
Pemeriksaan Sistem Conveyor
Ranadityo melalui Tim RSM menyediakan berbagai solusi untuk kebutuhan conveyor industri, termasuk inspeksi, maintenance, perbaikan, hingga pengadaan komponen conveyor.
Tim RSM dapat membantu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gangguan pada sistem conveyor sebelum memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai.
Berbagai kebutuhan conveyor yang tersedia meliputi :
- Conveyor belt
- Roller conveyor
- Drum pulley
- Rubber lagging
- Ceramic lagging
- Belt cleaner
- Skirt rubber
- Motor conveyor
- Sparepart conveyor
- Conveyor belt custom
RSM juga menyediakan layanan hot splicing, mechanical splicing, penggantian conveyor belt, fabrikasi pulley, instalasi, dan maintenance conveyor.
Maintenance Conveyor Belt
Maintenance yang dilakukan secara terjadwal membantu perusahaan mengetahui kondisi komponen sebelum terjadi kerusakan besar.
Selain mengurangi potensi downtime, maintenance rutin juga dapat membantu menjaga performa sistem, memperpanjang umur pakai komponen, dan membuat kebutuhan penggantian sparepart lebih mudah direncanakan.
Dengan demikian, suara abnormal sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan biasa. Semakin cepat sumber masalah ditemukan, semakin besar peluang kerusakan dapat ditangani dengan tindakan yang lebih sederhana.
Hubungi Tim RSM
Jika sistem Anda mulai mengeluarkan suara yang tidak biasa atau mengalami conveyor belt bunyi berisik, jangan tunggu sampai kerusakan menyebabkan produksi berhenti.
Hubungi Tim RSM untuk mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan kondisi conveyor.
Tim RSM siap membantu mengidentifikasi potensi masalah serta memberikan rekomendasi solusi yang sesuai, mulai dari penggantian komponen, repair conveyor belt, pulley lagging, hingga maintenance sistem conveyor secara menyeluruh.















