Skirting conveyor heavy duty merupakan salah satu komponen penting pada area loading dan transfer material, terutama pada sistem conveyor yang menangani material curah dalam jumlah besar.
Rubber skirting dipasang di sisi conveyor untuk membantu menahan material agar tetap berada di atas belt dan mengurangi risiko material tercecer ke area sekitar.
Dalam industri pertambangan, semen, batu bara, agregat, maupun material handling, material spillage dapat menjadi masalah yang mengganggu operasional.
Selain menyebabkan area kerja lebih kotor, material yang tercecer juga dapat masuk ke area roller dan komponen conveyor sehingga berpotensi meningkatkan kebutuhan maintenance.
Karena itu, pemilihan dan pemasangan rubber skirting yang sesuai perlu diperhatikan sebagai bagian dari pengelolaan sistem conveyor secara keseluruhan.
Rubber Skirting Conveyor
Rubber skirting conveyor adalah lembaran atau strip berbahan rubber yang dipasang pada sisi conveyor, umumnya di area loading atau transfer point.
Fungsi utamanya adalah membantu menjaga material tetap berada di jalur belt ketika material mulai bergerak dari chute menuju conveyor.
Tanpa skirting yang sesuai, material dapat keluar dari sisi belt, terutama ketika volume material tinggi, belt bergerak dengan kecepatan tertentu, atau material memiliki karakter yang mudah tercecer.
Rubber skirting tidak berfungsi sebagai penghalang utama seluruh material, tetapi menjadi bagian dari sistem pengendalian material pada area transfer.
Material Spillage Conveyor
Material spillage dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Rubber skirting yang tidak sesuai hanyalah salah satunya.
Beberapa penyebab yang umum antara lain :
- Volume material terlalu besar
- Material masuk ke belt dengan kecepatan tinggi
- Posisi chute tidak tepat
- Belt tracking tidak stabil
- Skirting sudah aus
- Jarak skirting dengan belt tidak sesuai
- Struktur conveyor tidak sejajar
- Loading point mengalami masalah
- Material memiliki ukuran dan karakteristik yang sulit dikendalikan
Karena itu, mengganti skirting saja belum tentu menyelesaikan seluruh masalah apabila penyebab utama berasal dari desain transfer point atau kondisi belt.
SKIRTING CONVEYOR HEAVY DUTY
Pada aplikasi dengan beban dan kondisi operasional tinggi, penggunaan skirting dengan konstruksi yang sesuai menjadi penting.
1. Mengurangi Material Spillage
Fungsi utama skirting adalah membantu menahan material agar tidak keluar dari sisi belt pada area transfer.
Dengan sistem skirting yang sesuai, material dapat tetap berada di atas belt dan diarahkan mengikuti jalur conveyor.
2. Membantu Menjaga Area Kerja
Material yang tercecer dapat menumpuk di sekitar conveyor dan membutuhkan pembersihan secara rutin.
Dengan mengurangi material spillage, kebutuhan pembersihan di sekitar loading point dapat ditekan.
3. Mengurangi Material Masuk ke Area Roller
Material yang jatuh dari sisi belt dapat masuk ke area roller dan komponen conveyor lainnya.
Jika terjadi terus menerus, material dapat menumpuk dan meningkatkan potensi gangguan pada komponen.
4. Membantu Mengendalikan Debu
Pada material tertentu yang menghasilkan debu, skirting dapat menjadi salah satu bagian dari sistem pengendalian material di area transfer.
Namun, pengendalian debu tetap perlu didukung oleh desain chute, enclosure, dust suppression, dan sistem pendukung lainnya sesuai kebutuhan.
Mengapa Skirting Heavy Duty
Tidak semua aplikasi conveyor memiliki kondisi operasional yang sama.
Conveyor yang membawa material ringan dengan kapasitas rendah tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan conveyor yang membawa batu bara, batu, mineral, clinker, atau material abrasif dalam jumlah besar.
Pada aplikasi heavy duty, skirting harus mampu menghadapi kontak dengan material dan kondisi operasional secara berkelanjutan.
Material skirting perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi, terutama jika material yang dipindahkan memiliki sifat abrasif.
Saat Memilih Skirting Conveyor
Pemilihan rubber skirting sebaiknya tidak hanya berdasarkan ketebalan atau ukuran.
1. Jenis Material
Kenali material yang akan dipindahkan. Material abrasif membutuhkan pertimbangan yang berbeda dibandingkan material ringan.
2. Kapasitas Conveyor
Semakin besar volume material yang melewati transfer point, semakin penting sistem skirting mampu mengendalikan aliran material dengan baik.
3. Kecepatan Belt
Kecepatan belt dapat memengaruhi cara material bergerak dan berinteraksi dengan skirting.
4. Kondisi Loading Point
Desain chute, posisi material jatuh, dan bentuk transfer point perlu diperhatikan agar skirting dapat bekerja secara efektif.
5. Kondisi Belt
Belt yang tracking tidak stabil dapat bergesekan dengan skirting secara tidak merata dan mempercepat keausan.
6. Material Skirting
Rubber skirting perlu dipilih berdasarkan karakteristik material dan kondisi operasional agar tidak cepat mengalami kerusakan.
Pemasangan Skirting Conveyor
Skirting dengan kualitas baik tetap dapat bekerja tidak optimal apabila pemasangannya tidak tepat.
Jarak antara skirting dan belt perlu diperhatikan. Skirting yang terlalu menekan belt dapat meningkatkan gesekan dan mempercepat keausan. Sebaliknya, jarak yang terlalu besar dapat membuat material lebih mudah keluar dari sisi belt.
Alignment juga perlu diperhatikan agar kontak antara skirting dan belt tetap sesuai sepanjang area transfer.
Selain itu, kondisi skirting perlu diperiksa secara berkala karena material abrasif dapat menyebabkan bagian bawah skirting mengalami keausan.
Kapan Rubber Skirting Perlu Diganti
Skirting sebaiknya diperiksa secara berkala, terutama pada conveyor yang bekerja dengan material abrasif dan kapasitas tinggi.
Beberapa tanda bahwa skirting mulai membutuhkan penggantian antara lain :
- Material semakin sering tercecer
- Bagian bawah rubber mengalami keausan
- Skirting mulai retak atau rusak
- Kontak dengan belt sudah tidak merata
- Material masuk ke area roller
- Skirting mengalami perubahan bentuk
Jika skirting sudah terlalu aus, penggantian sebaiknya dilakukan sebelum masalah material spillage semakin besar.
Jual Rubber Skirting Conveyor
Ranadityo Sukses Makmur atau RSM menyediakan berbagai kebutuhan komponen conveyor dan material handling untuk industri.
Untuk kebutuhan rubber skirting, pemilihan dapat disesuaikan dengan jenis material, kapasitas conveyor, kondisi loading point, serta lingkungan operasional.
Selain skirting, RSM juga menyediakan berbagai komponen pendukung seperti conveyor belt, roller, pulley, belt cleaner, fastener, bracket roller, motor, gearbox, serta sparepart conveyor lainnya.
RSM juga dapat membantu kebutuhan teknis seperti maintenance, repair, instalasi, hot splicing, mechanical splicing, pulley lagging, dan modifikasi conveyor.
Dengan melihat kondisi sistem secara keseluruhan, kebutuhan skirting dapat ditentukan tidak hanya berdasarkan komponen, tetapi juga berdasarkan fungsi dan kondisi aplikasinya.
Kesimpulan
Skirting conveyor heavy duty berperan penting dalam membantu mengurangi material spillage pada area loading dan transfer point.
Dengan pemilihan material, ukuran, dan pemasangan yang tepat, skirting dapat membantu menjaga material tetap berada di atas belt serta mengurangi penumpukan material di sekitar conveyor.
Namun, material spillage tidak selalu disebabkan oleh skirting. Kondisi belt tracking, chute, kapasitas material, kecepatan conveyor, dan desain transfer point juga perlu diperiksa.
Jika Anda mengalami masalah material spillage atau membutuhkan rubber skirting untuk conveyor dengan kondisi operasional berat, hubungi Tim RSM untuk konsultasi mengenai pilihan dan kebutuhan skirting yang sesuai dengan sistem conveyor Anda.















