Select Page

Tips Memilih Conveyor Belt untuk Material Abrasif agar Tidak Cepat Aus

Jual Conveyor Belt

RSM sebagai Agen Resmi menjual conveyor belt merk BANDO, HABASIT dan sabuk conveyor murah lainnya

Jual Spareparts Conveyor

RSM menjual spareparts conveyor dan aksesoris conveyor lainnya

Tips Memilih Conveyor Belt untuk Material Abrasif agar Tidak Cepat Aus

Memilih conveyor belt untuk material abrasif membutuhkan perhatian lebih dibandingkan memilih belt untuk material dengan karakteristik ringan.

 

Material seperti batu bara, batu split, pasir, bijih mineral, batu kapur, dan material tambang lainnya dapat menyebabkan permukaan belt mengalami gesekan serta keausan secara terus menerus selama proses pemindahan.

 

Jika spesifikasi belt tidak sesuai dengan karakter material, umur pakainya dapat menjadi lebih pendek.

 

Selain meningkatkan kebutuhan penggantian belt, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan downtime dan mengganggu kelancaran proses produksi.

 

Karena itu, pemilihan conveyor belt sebaiknya tidak hanya berdasarkan kapasitas angkut atau ukuran belt, tetapi juga mempertimbangkan tingkat abrasivitas material dan kondisi operasional secara keseluruhan.

 

 

Apa yang Dimaksud Material Abrasif?

Material abrasif adalah material yang memiliki kemampuan menyebabkan permukaan benda lain mengalami keausan akibat gesekan.

 

Dalam sistem conveyor, material seperti batu, pasir, mineral, dan material tambang tertentu dapat memberikan tekanan sekaligus gesekan yang cukup tinggi terhadap permukaan belt.

 

Semakin kasar, berat, atau tajam material yang dipindahkan, semakin besar pula potensi terjadinya keausan pada cover belt.

 

Selain karakter material, frekuensi operasi dan cara material dimuat ke atas belt juga dapat memengaruhi tingkat keausan.

 

Oleh sebab itu, belt yang digunakan untuk material abrasif perlu dipilih berdasarkan kondisi aplikasi yang sebenarnya.

 

 

1. Perhatikan Tingkat Abrasi Material

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah seberapa abrasif material yang akan dipindahkan.

 

Material yang memiliki permukaan kasar atau tajam dapat mempercepat keausan cover belt. Jika conveyor beroperasi dalam waktu panjang dan membawa material dalam jumlah besar, efek tersebut akan semakin terasa.

 

Sebelum memilih belt, identifikasi terlebih dahulu jenis material, ukuran partikelnya, bentuk material, serta karakteristik permukaannya.

 

Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan jenis belt dan kualitas cover yang sesuai.

 

 

2. Pilih Cover Belt yang Sesuai

Bagian cover belt merupakan permukaan yang bersentuhan langsung dengan material. Karena itu, pemilihan material dan konstruksi cover menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kondisi abrasif.

 

Belt dengan ketahanan abrasi yang sesuai dapat membantu mengurangi keausan permukaan akibat gesekan material.

 

Namun, ketahanan abrasi bukan satu satunya faktor. Belt juga perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan kapasitas, kecepatan, temperatur, dan kondisi lingkungan kerja.

 

Dengan kata lain, belt yang tahan abrasi belum tentu menjadi pilihan terbaik jika spesifikasi lainnya tidak sesuai dengan sistem conveyor.

 

 

3. Sesuaikan dengan Beban dan Kapasitas Conveyor

Material abrasif sering kali memiliki berat yang cukup tinggi. Karena itu, kapasitas angkut conveyor perlu diperhitungkan sebelum menentukan belt.

 

Beban yang terlalu besar dapat memberikan tekanan tambahan pada belt, sambungan, roller, pulley, dan komponen conveyor lainnya.

 

Pemilihan belt perlu mempertimbangkan kapasitas material yang dipindahkan secara kontinu maupun kondisi beban saat material masuk ke conveyor.

 

Jika kapasitas aktual berbeda jauh dari spesifikasi belt, risiko kerusakan dan keausan dapat meningkat.

 

 

4. Perhatikan Ukuran dan Bentuk Material

Ukuran material juga berpengaruh terhadap umur belt.

 

Material berukuran besar dan memiliki bentuk tajam dapat memberikan impact lebih tinggi ketika jatuh dari hopper atau chute menuju belt. Kondisi ini berbeda dengan material berukuran kecil yang memiliki permukaan lebih halus.

 

Untuk aplikasi dengan material berukuran besar, sistem loading juga perlu diperhatikan. Ketinggian jatuh material, desain chute, dan posisi loading dapat memengaruhi impact yang diterima belt.

 

Jadi, pemilihan belt sebaiknya dilakukan bersama evaluasi terhadap sistem transfer material.

 

 

5. Perhatikan Kecepatan Conveyor

Kecepatan belt juga dapat memengaruhi kondisi operasional. Semakin tinggi kecepatan conveyor, semakin besar pula frekuensi material mengalami kontak dan gesekan dengan permukaan belt.

 

Namun, bukan berarti conveyor dengan material abrasif harus selalu menggunakan kecepatan rendah.

 

Kecepatan perlu disesuaikan dengan kapasitas sistem, karakter material, desain conveyor, serta kebutuhan proses produksi. Tujuannya adalah mendapatkan keseimbangan antara kapasitas angkut dan kondisi operasional belt.

 

 

6. Jangan Mengabaikan Kondisi Roller dan Pulley

Keausan belt tidak selalu disebabkan oleh material yang dibawa.

 

Komponen conveyor yang kondisinya tidak optimal juga dapat mempercepat kerusakan belt. Roller yang macet atau rusak, misalnya, dapat meningkatkan gesekan terhadap belt.

 

Begitu pula dengan pulley yang mengalami masalah alignment atau memiliki permukaan yang sudah tidak optimal.

 

Karena itu, ketika conveyor belt mengalami keausan lebih cepat dari yang seharusnya, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan pada belt.

 

Periksa juga :

  • Kondisi carrying roller dan return roller
  • Alignment belt
  • Kondisi pulley
  • Belt cleaner
  • Skirt rubber
  • Sambungan belt
  • Struktur conveyor
  • Sistem loading dan discharge

Pendekatan menyeluruh dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya dari keausan.

 

 

7. Pastikan Belt Tracking Tetap Stabil

Belt yang berjalan tidak berada di posisi tengah dapat bergesekan dengan struktur conveyor atau komponen lainnya.

 

Jika kondisi tersebut berlangsung terus menerus, bagian tepi belt dapat mengalami keausan lebih cepat. Dalam kondisi tertentu, belt tracking yang buruk juga dapat menyebabkan material tumpah dan mengganggu operasional.

 

Karena itu, alignment conveyor dan kondisi roller perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan belt berjalan dengan stabil.

 

 

8. Perhatikan Sistem Cleaning

Material abrasif yang menempel pada belt dapat terbawa kembali menuju sisi return. Jika tidak dibersihkan dengan baik, material tersebut dapat masuk ke area roller dan pulley.

 

Penggunaan belt cleaner yang sesuai dapat membantu mengurangi carryback dan menjaga area conveyor tetap lebih bersih.

 

Selain meningkatkan kebersihan sistem, cleaning yang baik juga membantu mengurangi potensi material abrasif terjebak di antara belt dan komponen conveyor.

 

 

9. Jangan Hanya Memilih Berdasarkan Harga Belt

Harga pembelian bukan satu satunya faktor yang menentukan apakah sebuah conveyor belt ekonomis untuk digunakan.

 

Belt yang lebih murah tetapi cepat aus dapat menyebabkan biaya penggantian, downtime, tenaga kerja, dan maintenance menjadi lebih tinggi dalam jangka panjang.

 

Sebaliknya, belt dengan spesifikasi yang sesuai dapat memberikan umur penggunaan yang lebih optimal sesuai kondisi aplikasinya.

 

Karena itu, pertimbangkan total biaya operasional dan kebutuhan maintenance, bukan hanya biaya pembelian awal.

 

 

CONVEYOR BELT UNTUK MATERIAL ABRASIF

Pemilihan belt untuk material abrasif membutuhkan pemahaman mengenai karakter material dan kondisi sistem conveyor.

 

Karena setiap aplikasi berbeda, spesifikasi belt sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan.

 

Ranadityo Sukses Makmur atau RSM menyediakan berbagai kebutuhan conveyor belt dan komponen material handling untuk berbagai aplikasi industri.

 

RSM dapat membantu kebutuhan conveyor belt dengan berbagai pilihan spesifikasi, termasuk kebutuhan untuk aplikasi industri yang menghadapi kondisi kerja berat dan material dengan tingkat abrasivitas tinggi.

 

Selain pengadaan belt, kebutuhan pendukung seperti roller, pulley, belt cleaner, skirt rubber, fastener, pulley lagging, hingga jasa splicing dan maintenance juga dapat disiapkan sesuai kebutuhan sistem.

 

 

Kesimpulan

Memilih conveyor belt untuk material abrasif tidak cukup hanya dengan mencari belt yang memiliki ketahanan aus tinggi.

 

Jenis material, ukuran dan bentuk material, kapasitas, kecepatan conveyor, sistem loading, kondisi roller dan pulley, hingga tracking belt semuanya perlu diperhatikan.

 

Dengan pemilihan spesifikasi yang tepat dan maintenance yang rutin, risiko keausan berlebihan dapat dikurangi sehingga sistem conveyor dapat bekerja lebih optimal.

 

Jika Anda sedang mencari conveyor belt untuk aplikasi material abrasif atau membutuhkan bantuan menentukan spesifikasi belt yang sesuai dengan kondisi conveyor, hubungi Tim RSM untuk konsultasi dan rekomendasi berdasarkan kebutuhan industri Anda.

Konsultasi ?

Call Us : (021) 7823856
0855-808-5555

Related Posts

Follow Us

About the Author

Seputar Marketing

Related Posts

Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!