Select Page

3 Jenis Lagging Conveyor Diamond, Chevron, dan Flat Lagging, Mana yang Tepat?

Jual Conveyor Belt

RSM sebagai Agen Resmi menjual conveyor belt merk BANDO, HABASIT dan sabuk conveyor murah lainnya

Jual Spareparts Conveyor

RSM menjual spareparts conveyor dan aksesoris conveyor lainnya

3 Jenis Lagging Conveyor Diamond, Chevron, dan Flat Lagging, Mana yang Tepat?

Jenis Lagging Conveyor menjadi salah satu komponen penting dalam sistem conveyor karena berfungsi meningkatkan daya cengkeram antara pulley dan belt, mencegah slip, dan memperpanjang umur pakai alat.

Pada industri seperti tambang, manufaktur, agro, hingga logistik, pemilihan jenis lagging yang tepat dapat mempengaruhi efisiensi produksi serta mengurangi risiko downtime.

Artikel ini membahas tiga tipe lagging yang paling umum yaitu diamond lagging, chevron lagging, dan flat lagging.

Anda akan memahami karakteristik, keunggulan, hingga cara memilihnya berdasarkan kebutuhan operasional.

 

Apa Itu Lagging Conveyor

Lagging conveyor adalah lapisan yang dipasang pada permukaan pulley untuk meningkatkan friksi, melindungi pulley dari aus, dan menjaga belt tetap stabil saat beroperasi. Tanpa lagging, slip belt akan lebih sering terjadi terutama pada kondisi beban tinggi atau lingkungan basah.

Fungsi utama lagging antara lain :

  • Meningkatkan traksi antara pulley dan belt
  • Mengurangi slip sehingga torsi lebih stabil
  • Melindungi permukaan pulley dari abrasi
  • Memperpanjang usia pulley dan belt Mengoptimalkan kinerja conveyor dalam jangka panjang

 

1. Diamond Lagging

Diamond lagging dikenal sebagai jenis paling umum dan banyak digunakan di industri berat. Pola berbentuk diamond pada permukaan lagging mampu meningkatkan grip dan menyalurkan cairan atau debu menjauh dari jalur kontak.

Keunggulan diamond lagging meliputi :

  • Traksi sangat baik pada kondisi basah atau berlumpur
  • Mengurangi slip secara signifikan
  • Cocok untuk beban berat dan lingkungan ekstrem
  • Daya tahan aus lebih tinggi dibanding lagging polos

Diamond lagging sering dipakai pada primary drive pulley yang membutuhkan stabilitas dan daya cengkeram kuat.

 

2. Chevron Lagging

Chevron lagging memiliki pola berbentuk V yang dirancang untuk mengarahkan cairan dan partikel kecil menjauh dari permukaan gesekan.

Tipe ini bekerja optimal ketika conveyor beroperasi dengan material yang cenderung basah apabila kondisi site memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Kelebihannya antara lain :

  • Drainase sangat baik sehingga pulley tetap bersih
  • Mengurangi slip pada kondisi ekstrem
  • Memberikan stabilitas saat beban naik atau turun
  • Cocok untuk tambang batubara, pabrik kelapa sawit, atau agro industri

Chevron lagging sering menjadi solusi ketika diamond lagging tidak cukup efektif untuk kondisi yang sangat basah.

 

3. Flat Lagging

Flat lagging adalah jenis dengan permukaan datar tanpa pola. Meski tidak memiliki traksi sekuat diamond atau chevron, tipe ini tetap fungsional untuk aplikasi standar.

Flat lagging ideal untuk :

  • Pulley bend, snub, atau pulley yang bukan penggerak utama
  • Sistem dengan beban ringan atau sedang
  • Lingkungan yang relatif bersih dan kering
  • Conveyor dengan kecepatan stabil

Keunggulan flat lagging adalah biaya lebih ekonomis, pemasangan mudah, dan perawatan sederhana.

 

JENIS LAGGING CONVEYOR

Pemilihan lagging terbaik harus mempertimbangkan kondisi kerja, jenis material yang diangkut, dan kebutuhan traksi. Berikut panduan praktisnya :

  • Jika membutuhkan traksi tinggi dan anti slip, pilih diamond lagging
  • Jika kondisi lingkungan sangat basah dan banyak cairan, chevron lagging lebih efektif
  • Jika aplikasi standar tanpa beban berat, flat lagging menjadi pilihan efisien
  • Jika conveyor sering overload, diamond atau chevron memberikan performa lebih konsisten
  • Jika fokus pada efisiensi biaya, flat lagging cocok digunakan

Menggunakan jenis lagging yang tepat akan meningkatkan keandalan sistem conveyor Anda dan mengurangi potensi downtime akibat belt slip atau pulley aus.

 

Kesimpulan

Tiga Jenis Lagging Conveyor yaitu diamond, chevron, dan flat memiliki karakteristik dan keunggulannya masing masing.

Diamond menawarkan daya cengkeram kuat, chevron unggul dalam kondisi basah, sementara flat lagging cocok untuk aplikasi standar.

Pemilihan yang tepat akan memberikan performa optimal dan memperpanjang umur sistem conveyor secara keseluruhan.

Jika Anda membutuhkan konsultasi atau pengadaan lagging conveyor berkualitas untuk berbagai aplikasi industri, RSM siap menyediakan solusi yang sesuai kebutuhan produksi Anda.

 

Konsultasi ?

Call Us : (021) 7823856
0855-808-5555

Related Posts

Follow Us

About the Author

Seputar Marketing

Related Posts

Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!